Kelam menyapu sinar mentari
Menyembunyikan ceria siang dibalik muram sang malam
Dan wajah-wajah letih tertidur pulas berselimut hening
Saat suara jangkrik mengantar mimpi ketempat terindah dalam hayal
Di bawah temaram bulan
Seraut wajah pucat menengadah
Pancaran matanya sendu menuntut jawab atas pertanyaan nasibnya
Lalu Tuhan mengutus ruh suci padanya
Dan berkata…………….....
Senyummu adalah dari bibirmu sendiri
Tangismu adalah dari matamu sendiri
Kehormatanmu adalah dari dirimu sendiri
Berhentilah memelas
Dan lakukan dengan tanganmu sendiri
Karena kecemasan hanya akan menambah ketakutan
Dan kemurungan hanya akan menunda kebahagiaan
Tidurlah saat gelap menguasai hari agar lelahmu dapat bersemayam bersamanya
Dan saat terang menuntun hari,
Bangun dan temukan sesal yang membuatmu tak berarti
Karena penyesalan akan membawa semangat untuk mengerti sebuah kehidupan
Aku
Written on 29 Sept ‘05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar